Rabu, 13 Juni 2012

Artikel PSIKOLOGI REMAJA

PERTUMBUHAN FISIK Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, muculnya ciri-ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri kelamin kedua (sekunder). Menurut Muss yang dikutip oleh Sarlito Wirawan (Sarlito, 1991:51) urutan perubahan-perubahan fisik adalah sebagai berikut: Pada anak perempuan: Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang). Pertumbuhan payudara. Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap dikemaluan. Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya. Bulu kemaluan menjadi keriting. Menstruasi atau haid. Tumbuh bulu-bulu ketiak. Pada anak laki-laki: Pertumbuhan tulang-tulang. Testis (buah pelir) membesar. Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap. Awal perubahan suara. Ejakulasi (keluarnya air mani) Bulu kemaluan menjadi keriting. Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya. Tumbuh rambut-rambut halus diwajah (kumis, jenggot). Tumbuh bulu ketiak. Akhir perubahan suara. Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap. Tumbuh bulu di dada. Penyebab perubahan pada masa remaja adalah adanya dua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sisitem endokrin. Pituitari yang terletak didasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang diduga erat ada hubungannya dengan perubahan pada masa remaja. Kedua hormon itu adalah hormon pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan ukuran tubuh dan hormon gonadotropik atau sering disebut hormon yang merangsang gonad – yaitu merangsang gonad agar mulai aktif bekerja. Tidak berapa lama sebelum saat remaja dimulai, kedua hormon ini sudah mulai diproduksi dan pada saat remaja semakin banyak dihasilkan. Seluruh proses ini dikendalikan oleh perubahan yang terjadi dalam kelenjar endokrin. Kelenjar ini diaktifkan oleh rangsangan yang dilakukan kelenjar hypothalamus, yaitu kelenjar yang dikenal sebagai kelenjar untuk merangsang pertumbuhan pada saat remaja dan terletak di otak. Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan yang terjadi pada masa remaja ialah: Pertumbuhan ukuran tubuh Perubahan proporsi tubuh Ciri kelamin yang utama Ciri kelamin kedua Perubahan fisik sepanjang masa remaja meliputi dua hal, yaitu: Percepatan Pertumbuhan Proses kematangan seksual BAB II KEANEKARAGAMAN PERUBAHAN PROPORSI TUBUH Walaupun tampak adanya keteraturan dan sebelumnya dalam hal perubahan proporsi tubuh, ternyta perubahan itu sendiri memperlihatkan keanekaragaman. Sekalipun demikian dalam kelompok anak laki-laki dan perempuan juga terdapat perbedaan, sehingga tidak dapat dikatakan harus selalu tepat sama. Pada kelompok anak laki-laki mungkin saja ada yang memperlihatkan bentuk tubuh ektomorf atau endomorf dan sebaliknya pada anak perempuan ada yang tubuhnya berberntuk mesomorf. Kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, antara lain adalah: Pengaruh keluarga Pengaruh gizi Gangguan emosional Jenis kelamin Status sosial ekonomi Kesehatan Pengaruh bentuk tubuh Perubahan-perubahan fisik itu, menyebabkan kecanggunagan bagi remaja karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya sendiri. Pertumbuhan badan yang mencolok misalnya, atau pembesaran payudara yang cepat, membuat remaja merasa tersisih dari teman-temannya. Demikian pula dalam menghadapi haid dan ”mimpi” yang pertama, anak-anak remaja itu perlu mengadakan penyesuaian tingkah laku yang tidak ada dukungan dari orang tua. Meskipun pengaruh pubertas terhadap anak-anak berbeda-beda, cara mereka melampiaskan gangguan ketidakseimbangan tampaknya sama. Beberapa bentuk pelampiasan yang dapat terlihat adalah mudah tersinggung, tidak dapat diikuti jalan pemikirannya ataupun perasaannya, ada kecendrungan menarik diri dari keluarga atau teman, lebih senang menyendiri, menentang kewenangan (misalnya orang tua dan guru). Dalam masa remaja, perubahan yang terjadi sangat mencolok dan jelas sehingga dapat menggangu keseimbangan yang sebelumnya sudah terbentuk. Perilaku mereka mendadak menjadi sulit diduga dan seringkali agak melawan norma sosial yang berlaku. Oleh karena itu, masa ini seringkali dinamakan sebagai ”masa negatif”. Pada saat irama pertumbuhan sudah sedikit lambat dan perubahan tubuhnya telah sempurna, maka akan terjadi keseimbangan kembali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar