Jumat, 17 Desember 2010

Definisi Electronic library ( Digital Library )

Digital Library menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses resource-resource elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Pengguna tidak lagi tertarik terhadap operasional secara fisik jam perpustakaan dan tidak dapat berkunjung keperpustakaan secara fisik untuk mengakses resource-resourcenya. Disinilah Digital Library sebagai alat untuk memfasilitasi dan memecahkan atas keterbatasan-keterbatasan tersebut. Sebagian besar fokus pembahasan Digital Library adalah seputar teknologinya atau tipe resource yang ditawarkan, sementara human interaction dalam Digital Library sangat jarang didiskusikan dan dibahas. Salah satu yang mendapat pengaruh adalah perubahan tradisi pelayanan dari perpustakaan secara fisik yang akan tidak diperlukan lagi secara berlebih-lebihan dalam lingkungan Digital Library.

Definisi Digital Library

Digital Library belum didefinisikan secara jelas untuk dapat dijadikan standar atau acuan dalam dunia pendidikan. Beberapa kata seperti “Electronic Library” atau “Virtual Library” yang merupakan sinonimnya mungkin lebih dikenal dan sering digunakan. Assotiation of Research Library menyandarkan pada Karen Drabenstott’s Analytical Review of the Library of the Future [Drabenstott] atas inspirasinya dalam mendefinisikan Digital Library, Drabenstott menawarkan 14 definisi yang dipublikasikan antara tahin 1987 dan 1993. Secara umum perbedaan-perbedaan definisi tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut :

a) Digital Library bukan merupakan suatu entitas tunggal.
b) Digital Library memerlukan teknologi untuk menghubungkan banyak resource, perpustakaan dan pelayanan informasi.
c) Hubungan beberapa Digital Library dan pelayanan informasi adalah transparan kepada pengguna akhir.
d) Tujuannya adalah akses secara universal dan pelayanan informasi.
e) Koleksi Digital Library adalah tidak terbatas terhadap dokumen, tetapi berkembang pada digital artifacts yang tidak dapat di sajikan atau distribusikan dalam format tercetak.

Salah satu aspek menarik dari definisi-definisi tersebut diatas adalah berorientasi kepada pengguna, diman pengguna sama baiknya dengan keterkaitannya dengan teknologi dan sumber-sumber informasi. Tidak ada keterangan kepada aturan dari pustakawan dalam Digital Library.

Report yang lain [Saffady], menyebutkan 30 definisi Digital Library yang dipublikasikan antara tahun 1994 dan 1994. Saffady merangkum definisi-definisinya dalam arti yang luas, Digital Library adalah koleksi komputer untuk memproses informasi atau menyimpan informasi. Lebih sempit lagi, Digital Library adalah perpustakaan yang mengelola semua atau sebagian yang substansi dari koleksi-koleksinya dalam bentuk komputerisasi sebagai alternative, suplemen atau pelengkap terhadap cetakan konvesional dan bentuk mikro material yang saat ini didominasi koleksi perpustakaan. Tanpa perkecualian, Saffady menyebutkan fokus kepada koleksi, penyimpanan atau resource information.

Dalam paper yang lain disebutkan bahwa perpustakaan tradisional behubungan dengan data fisik sedangkan Digital Library bekerja terutama dengan data digital. Sekali lagi definisi tersebut mengabaikan perspektif pelayanan. Ada yang menyebutkan Digital Library adalah kumpulan dari koleksi dan jaringan system informasi. Secara umum Digital Library didasarkan pada teknologi dan sumber-sumber informasi. Orang-orang mungkin dengan baik mulai percaya bahwa hambatan fisik untuk mengakses informasi dapat dikurangi melalui pemanfaatan teknologi, namun hal ini bukan berarti bahwa pelayanan pustakawan tidak lagi diperlukan.
Deskripsi Alternatif :

Digital Library menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses resource-resource elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Pengguna tidak lagi tertarik terhadap operasional secara fisik jam perpustakaan dan tidak dapat berkunjung keperpustakaan secara fisik untuk mengakses resource-resourcenya. Disinilah Digital Library sebagai alat untuk memfasilitasi dan memecahkan atas keterbatasan-keterbatasan tersebut. Sebagian besar fokus pembahasan Digital Library adalah seputar teknologinya atau tipe resource yang ditawarkan, sementara human interaction dalam Digital Library sangat jarang didiskusikan dan dibahas. Salah satu yang mendapat pengaruh adalah perubahan tradisi pelayanan dari perpustakaan secara fisik yang akan tidak diperlukan lagi secara berlebih-lebihan dalam lingkungan Digital Library.

Definisi Digital Library

Digital Library belum didefinisikan secara jelas untuk dapat dijadikan standar atau acuan dalam dunia pendidikan. Beberapa kata seperti “Electronic Library” atau “Virtual Library” yang merupakan sinonimnya mungkin lebih dikenal dan sering digunakan. Assotiation of Research Library menyandarkan pada Karen Drabenstott’s Analytical Review of the Library of the Future [Drabenstott] atas inspirasinya dalam mendefinisikan Digital Library, Drabenstott menawarkan 14 definisi yang dipublikasikan antara tahin 1987 dan 1993. Secara umum perbedaan-perbedaan definisi tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut :

a) Digital Library bukan merupakan suatu entitas tunggal.
b) Digital Library memerlukan teknologi untuk menghubungkan banyak resource, perpustakaan dan pelayanan informasi.
c) Hubungan beberapa Digital Library dan pelayanan informasi adalah transparan kepada pengguna akhir.
d) Tujuannya adalah akses secara universal dan pelayanan informasi.
e) Koleksi Digital Library adalah tidak terbatas terhadap dokumen, tetapi berkembang pada digital artifacts yang tidak dapat di sajikan atau distribusikan dalam format tercetak.

Salah satu aspek menarik dari definisi-definisi tersebut diatas adalah berorientasi kepada pengguna, diman pengguna sama baiknya dengan keterkaitannya dengan teknologi dan sumber-sumber informasi. Tidak ada keterangan kepada aturan dari pustakawan dalam Digital Library.

Report yang lain [Saffady], menyebutkan 30 definisi Digital Library yang dipublikasikan antara tahun 1994 dan 1994. Saffady merangkum definisi-definisinya dalam arti yang luas, Digital Library adalah koleksi komputer untuk memproses informasi atau menyimpan informasi. Lebih sempit lagi, Digital Library adalah perpustakaan yang mengelola semua atau sebagian yang substansi dari koleksi-koleksinya dalam bentuk komputerisasi sebagai alternative, suplemen atau pelengkap terhadap cetakan konvesional dan bentuk mikro material yang saat ini didominasi koleksi perpustakaan. Tanpa perkecualian, Saffady menyebutkan fokus kepada koleksi, penyimpanan atau resource information.

Dalam paper yang lain disebutkan bahwa perpustakaan tradisional behubungan dengan data fisik sedangkan Digital Library bekerja terutama dengan data digital. Sekali lagi definisi tersebut mengabaikan perspektif pelayanan. Ada yang menyebutkan Digital Library adalah kumpulan dari koleksi dan jaringan system informasi. Secara umum Digital Library didasarkan pada teknologi dan sumber-sumber informasi. Orang-orang mungkin dengan baik mulai percaya bahwa hambatan fisik untuk mengakses informasi dapat dikurangi melalui pemanfaatan teknologi, namun hal ini bukan berarti bahwa pelayanan pustakawan tidak lagi diperlukan. 


http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=gdlhub-gdl-grey-2001-hayun-1559-definisi 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar